Logo

Bunga Koperasi Merah Putih 6% per Tahun, Ini Perbandingannya dengan Pinjaman Online

Artikel, Berita Koperasi

19 Apr 2026

Bunga Koperasi Merah Putih

Ringkasan artikel:

  • Bunga Koperasi Merah Putih ditawarkan sekitar 6% per tahun
  • Lebih rendah dibanding pinjaman online yang bisa 2,5% per bulan
  • Pinjaman online di tengah masyarakat jumlahya masih tinggi, mencapai Rp94,8 triliun
  • Menurut pengamat, edukasi keuangan dinilai lebih efektif dibanding sekadar bunga rendah

Bunga Koperasi Merah Putih jadi perbincangan karena menawarkan angka yang cukup rendah.

Program tersebut hadir sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada pinjaman online atau rentenir yang dikenal membebankan bunga pinjaman yang tinggi.

Melansir laman tempo.co, secara angka, bunga koperasi ini berada di kisaran 6 persen per tahun.

Bila dibandingkan dengan pinjaman online yang bisa mencapai 2,5 persen per bulan, selisihnya cukup jauh.

Namun, realita di lapangan tidak sesederhana itu. Ada faktor lain yang ikut menentukan pilihan masyarakat saat mencari pinjaman.

Perbandingan Bunga dengan Pinjaman Online

bunga pinjaman
Foto: freepik.com

Seperti yang sudah disebutkan, Koperasi Merah Putih menawarkan pinjaman dengan bunga tahunan yang jauh lebih ringan, sebesar 6 persen per tahun.

Kondisi ini membuat cicilan terasa lebih stabil dan tidak terlalu membebani dalam jangka panjang.

Sementara pinjaman online biasanya menerapkan bunga bulanan yang jika dihitung tahunan bisa jauh lebih tinggi.

Mengapa bunga pinjaman rendah dari Koperasi Merah Putih jadi sesuatu yang disoroti?

Sebab, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Januari 2026, penyaluran pinjaman online mencapai Rp94,8 triliun pada November 2025.

Angka itu naik dari bulan sebelumnya sebesar Rp92,9 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa pinjaman online masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Kenapa Bunga Rendah Belum Tentu Jadi Solusi?

Masih melansir laman tempo.com, meski bunga koperasi lebih rendah, banyak masyarakat tetap memilih pinjaman online.

Salah satu alasannya adalah proses yang lebih cepat.

Kondisi darurat membuat orang lebih fokus pada pencairan dana yang instan ketimbang besaran bunga.

Koperasi umumnya memiliki prosedur administratif yang lebih panjang. Hal ini membuat sebagian orang merasa kurang praktis saat membutuhkan dana cepat.

“Penawaran bunga rendah tak bisa menyelesaikan masalah krusial jeratan pinjaman online ke masyarakat,” ucap Isnawati.

Peran Koperasi dalam Pembiayaan Masyarakat

Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert H.O. Siagian mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi menyebut bahwa penyaluran kredit akan diarahkan ke sektor produktif dan usaha riil.

Program ini mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Pengawasan internal akan ditingkatkan agar kegiatan simpan pinjam berjalan sehat. Selain itu, tersedia saluran pengaduan bagi anggota.

“Ini diharapkan menjadi early warning terhadap usaha simpan pinjam bermasalah,” ungkap Herbert.

Baca Juga: Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih Terbaru 2026, Catat Perubahan Pentingnya!

Edukasi Dinilai Lebih Efektif

Kemudian menurut Dosen IKOPIN University, Heira Hardiyanti, menilai edukasi keuangan lebih relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman online.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya bunga, tapi juga cara masyarakat mengelola keuangan.

Pasalnya, dalam beberapa kasus, pinjaman online digunakan untuk kebutuhan non-prioritas seperti judi online. Hal ini menggambarkan bahwa akar masalah tidak hanya pada akses pembiayaan.

“Koperasi tidak akan mengambil peran untuk mengalihkan ketergantungan terhadap rentenir atau pinjol selama masyarakat tidak punya mental kuat dan pengetahuan cukup tentang mengelola keuangan,” kata Heira.

Itulah tadi informasi terkait wacana tentang bunga Koperasi Merah Putih yang dinilai lebih rendah dibanding bunga pinjaman online. Semoga bermanfaat!

Bila ingin berkonsultasi perihal koperasi atau mengenai bunga Koperasi Merah Putih lebih dalam, Anda bisa menghubungi tim elKopra melalui Whatsapp di 08112239090.

***Foto: kemenkoinfra.go.id

Bagikan:

Berita Lainnya

Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih Terbaru 2026, Catat Perubahan Pentingnya!

Aplikasi Koperasi Sekolah: Solusi Modern untuk Pengelolaan yang Lebih Rapi

Aplikasi Koperasi Serba Usaha Terbaik untuk Pengelolaan Lebih Terstruktur

Ingin Lebih Mendetail

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Kami siap membantu! Hubungi kami untuk pertanyaan, kemitraan, atau dukungan.

Konsultasi langsung