Saham Melemah, Apa Penyebabnya?
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (17/3/2025). Harga saham turun 1,71% ke Rp 8.600, dengan total transaksi mencapai 151,37 juta lembar saham, senilai Rp 1,31 triliun.
Terlebih lagi, pelemahan ini terjadi di tengah aksi net sell asing sebesar Rp 611 miliar, yang dalam sepekan mencapai Rp 1,08 triliun. Beberapa broker seperti CGS International Sekuritas, CLSA Sekuritas, dan Maybank Sekuritas mencatat aksi jual dalam jumlah besar.
Selain faktor distribusi masif, koreksi saham BBCA juga sejalan dengan pergerakan IHSG, yang turun 0,67% ke level 6.471. Ketidakpastian pasar domestik dan global menjadi faktor utama pelemahan indeks saham secara keseluruhan.

sumber: investor.id
Kinerja Fundamental Tetap Solid
Meskipun mengalami tekanan di pasar saham, fundamental BBCA tetap kuat. Laba operasional BBCA pada Februari 2025 meningkat 8,61% YoY menjadi Rp 11,09 triliun. Laba bersih juga naik 8,43% YoY menjadi Rp 8,97 triliun.
Selain itu, perseroan akan membagikan dividen final sebesar Rp 250 per saham, dengan cum date pada 20 Maret 2025 dan pembayaran dijadwalkan pada 11 April 2025.
Rekomendasi dan Prospek Saham BBCA
NH Korindo Sekuritas tetap memberikan rekomendasi BUY untuk saham BBCA dengan target harga (TP) di Rp 11.000. Valuasi ini mencerminkan forward FY25 P/BV sebesar 4,3x, sejalan dengan loan growth yang diproyeksikan naik 7,3% YoY dan NIM stabil di 5,9%.
Katalis positif saham:
– Kualitas aset yang sehat dengan CASA terbaik di Indonesia.
– Penyaluran kredit optimal dan efisiensi operasional yang tinggi, dan
– Potensi ekspansi NIM di tengah tantangan likuiditas.
Namun, investor perlu memperhatikan risiko potensial, seperti persaingan pendanaan yang ketat, ketidakpastian makroekonomi, dan ekspektasi pertumbuhan kredit yang lebih konservatif.
Kesimpulan
Pelemahan saham BBCA lebih dipengaruhi oleh aksi jual asing dan sentimen pasar ketimbang kinerja fundamentalnya. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan strategi pertumbuhan yang solid, saham BBCA tetap menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
Baca juga berita lainnya: Tips mengelola keuangan pribadi untuk masa depan finansial yang lebih baik