Logo

Revitalisasi Koperasi untuk Ekonomi Gotong Royong: Langkah Strategis Budi Arie Setiadi

Berita Koperasi

25 Nov 2024

Revitalisasi Koperasi untuk Indonesia yang Lebih Mandiri

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan pentingnya revitalisasi koperasi sebagai salah satu cara untuk mendorong perekonomian berbasis gotong-royong di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki citra koperasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun koperasi yang modern dan profesional.

Dalam siaran pers terbaru (19/11/2024), Budi Arie menjelaskan tiga langkah utama yang akan menjadi fondasi revitalisasi koperasi, yaitu digitalisasirebranding, dan peningkatan tata kelola serta sumber daya manusia (SDM).

“Koperasi perlu didorong ke arah digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Dengan demikian, koperasi dapat lebih relevan di era modern,” ujar Budi Arie.

Digitalisasi Koperasi sebagai Pilar Utama

Langkah pertama yang ditekankan adalah digitalisasi koperasi. Dengan memanfaatkan teknologi, koperasi diharapkan dapat mengoptimalkan operasional, meningkatkan akses pasar, dan mendekatkan anggota koperasi melalui platform digital.

“Kita ingin koperasi tidak hanya dikenal sebagai lembaga tradisional, tetapi juga sebagai institusi yang mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing koperasi,” ungkap Budi.

Rebranding Koperasi: Mengubah Citra Lama

Rebranding koperasi menjadi fokus kedua. Stigma bahwa koperasi hanya untuk usaha kecil atau terbatas pada kelompok tertentu perlu dihilangkan. Budi Arie mencontohkan bagaimana koperasi di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, telah menjadi pilar ekonomi dengan jumlah anggota yang signifikan.

“Kita bisa belajar dari koperasi di negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat, di mana koperasi memiliki 150 juta anggota. Indonesia harus bisa melampaui itu, dengan koperasi yang besar, profesional, dan mampu bersaing di pasar global,” kata Budi.

Tantangan Tata Kelola dan SDM Koperasi

Tantangan terbesar koperasi di Indonesia saat ini adalah rendahnya partisipasi anggota. Dari total 131.000 koperasi, hanya 47.000 yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Budi Arie menargetkan peningkatan jumlah anggota koperasi aktif dari 29 juta menjadi 60 juta anggota dalam waktu dekat.

“Bukan sekadar menambah jumlah koperasi, tetapi kita ingin lebih banyak masyarakat yang aktif berkoperasi dan merasakan manfaatnya. Koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu mendorong kewirausahaan dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.

Budi Arie juga mengusulkan pendidikan koperasi masuk dalam kurikulum sekolah sebagai cara untuk mengenalkan konsep gotong-royong ekonomi sejak dini. “Ini bagian dari usaha kami mengembalikan koperasi ke jati diri bangsa Indonesia,” tambahnya.

sumber: tangsel.jawapos.com

Koperasi sebagai Ekonomi Konstitusi

Menurut Budi Arie, koperasi adalah bentuk ekonomi yang sesuai dengan konstitusi Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Dengan mengedepankan prinsip kesetiakawanan, gotong-royong, dan kejujuran, koperasi dapat menjadi model ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Koperasi harus kembali menjadi kultur ekonomi bangsa. Kami ingin koperasi menjadi solusi bagi berbagai masalah ekonomi masyarakat, seperti pengangguran dan ketimpangan sosial,” tuturnya.

Harapan untuk Masa Depan Koperasi di Indonesia

Langkah-langkah revitalisasi koperasi yang dicanangkan oleh Budi Arie diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam dunia koperasi di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Revitalisasi koperasi ini bukan sekadar program, tetapi juga gerakan bersama untuk menciptakan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber: umkm.kompas.com

Bagikan:

Berita Lainnya

Indonesia Resmi Bergabung dengan New Development Bank (NDB), Apa Manfaatnya?

7 Teknologi Canggih dalam Sepak Bola yang Mengubah Permainan

PT Timah Gandeng BUMDes dan Koperasi: Dorong Ekonomi Desa Melalui Tata Kelola Tambang

Ingin Lebih Mendetail

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Kami siap membantu! Hubungi kami untuk pertanyaan, kemitraan, atau dukungan.

Konsultasi langsung