Logo

Menteri Koperasi Dorong Pembentukan Koperasi di Kawasan Transmigrasi untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Berita Koperasi

04 Dec 2024

Koperasi di Kawasan Transmigrasi: Solusi Ekonomi Berkelanjutan

Koperasi di Kawasan Transmigrasi: Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan rencananya untuk membangun koperasi di kawasan transmigrasi sebagai upaya memperkuat perekonomian lokal. Menurut Budi, koperasi menjadi solusi strategis bagi masyarakat transmigran yang umumnya tinggal di daerah dengan kondisi ekonomi yang tertinggal.

“Koperasi pemasaran di daerah transmigrasi itu sangat penting. Dengan koperasi, masyarakat bisa lebih mandiri dan memiliki akses yang lebih mudah ke pembiayaan serta program pengembangan lainnya,” jelas Budi dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 25 November 2024.

Budi Arie menambahkan bahwa koperasi dapat menjadi sarana untuk mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke penerima manfaat, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hal ini mendukung rencana pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, terutama di wilayah-wilayah dengan potensi pertanian tinggi.

Dukungan Pembiayaan untuk Koperasi Transmigrasi

Kementerian Koperasi juga menawarkan dukungan finansial kepada koperasi yang dibangun di kawasan transmigrasi. Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM, koperasi akan mendapatkan akses pembiayaan modal kerja, termasuk kredit usaha tani.

“Kami siap memberikan dukungan pembiayaan. Dengan koperasi, transmigran dapat lebih mudah mengelola lahan pertanian mereka dan memperluas akses pasar untuk produk unggulan mereka,” tambah Budi.

Mayoritas transmigran bermata pencaharian sebagai petani. Melalui koperasi, para petani dapat lebih mudah memasarkan hasil pertanian mereka ke offtaker, termasuk untuk komoditas unggulan yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

sumber: antaranews.com

Sinergi Antar-Kementerian untuk Pembangunan Koperasi

Untuk merealisasikan rencana ini, Budi Arie telah berkoordinasi dengan Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara. Kerja sama lintas kementerian ini bertujuan memastikan pendirian koperasi dapat berjalan efektif, mulai dari aspek permodalan, pembinaan, hingga pemasaran.

Data Kementerian Transmigrasi mencatat bahwa saat ini terdapat sekitar 9,1 juta transmigran di seluruh Indonesia. Dengan rata-rata kepemilikan lahan 2 hektar per keluarga, potensi ekonomi di kawasan transmigrasi sangat besar jika dikelola dengan baik melalui koperasi.

Manfaat Koperasi Bagi Kawasan Transmigrasi

Keberadaan koperasi di kawasan transmigrasi memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Akses Pembiayaan Mudah: Koperasi menyediakan pembiayaan modal kerja yang membantu petani meningkatkan produktivitas.
  2. Penyaluran Pupuk yang Efisien: Koperasi mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani.
  3. Pemasaran Produk: Koperasi dapat menjadi offtaker komoditas unggulan, sehingga petani memiliki pasar yang lebih stabil.
  4. Peningkatan Kemandirian Ekonomi: Masyarakat transmigran dapat mengelola dan mengembangkan usaha mereka secara mandiri.

Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Transmigrasi

Dengan pengelolaan koperasi yang baik, kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mendukung swasembada pangan nasional. Koperasi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal.

Bagi masyarakat transmigran, koperasi memberikan harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan komunitas lokal. Dengan dukungan dari pemerintah, koperasi dapat menjadi solusi nyata untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di kawasan transmigrasi.

sumber: tempo.co

Bagikan:

Berita Lainnya

Indonesia Resmi Bergabung dengan New Development Bank (NDB), Apa Manfaatnya?

7 Teknologi Canggih dalam Sepak Bola yang Mengubah Permainan

PT Timah Gandeng BUMDes dan Koperasi: Dorong Ekonomi Desa Melalui Tata Kelola Tambang

Ingin Lebih Mendetail

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Kami siap membantu! Hubungi kami untuk pertanyaan, kemitraan, atau dukungan.

Konsultasi langsung