LPDB-KUMKM Dorong Inovasi Koperasi di Sektor Pertanian, Peternakan, dan Kopontren.
YOGYAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong inovasi dan digitalisasi dalam pengembangan bisnis koperasi. Dengan fokus pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), LPDB-KUMKM berkomitmen memperluas pembiayaan syariah yang telah berjalan sejak 2017.
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Ari Permana, menyampaikan pentingnya inovasi dan digitalisasi sebagai kunci keberhasilan koperasi di masa depan. “Inovasi dan digitalisasi akan menjadi kunci sukses pengembangan koperasi di era modern. Contohnya, Koperasi Al-Ittifaq di Ciwidey telah berhasil menciptakan ekosistem bisnis yang kuat, mulai dari petani hingga offtaker,” ungkap Ari dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Mitra Pembiayaan Syariah di Yogyakarta.
Model Bisnis Inovatif di Berbagai Sektor Produktif
LPDB-KUMKM Dorong Inovasi Koperasi: LPDB terus mendorong model bisnis koperasi yang inovatif, seperti:
- Sektor Pertanian: Koperasi Al-Ittifaq di Bandung menciptakan ekosistem yang mencakup petani lokal hingga distributor besar.
- Sektor Peternakan Susu: Di daerah sentra peternakan susu, koperasi membantu meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil ternak.
- Kopontren: Melalui kolaborasi antara 17 Pondok Pesantren di Jawa Timur yang dipusatkan di Ponpes Sunan Drajat, Lamongan, ekosistem bisnis berbasis koperasi semakin berkembang.
Pembiayaan syariah dari LPDB-KUMKM Dorong Inovasi Koperasi telah menyalurkan dana bergulir senilai Rp4 triliun lebih sejak 2019. Hingga kini, dana tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia kecuali Maluku dan Papua yang masih dalam tahap perencanaan.

Fokus pada Pengembangan Sektor Riil
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono, menekankan pentingnya koperasi untuk masuk ke sektor riil. “Koperasi harus bertransformasi, dari hanya menyediakan bahan baku menjadi penggerak industri. LPDB-KUMKM juga perlu memperluas pembiayaan ke sektor syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas,” jelas Ferry.
Ferry menambahkan bahwa Kemenkop akan meningkatkan anggaran dan struktur kerja untuk mendorong LPDB-KUMKM menjadi lembaga pembiayaan yang setara dengan bank nasional. “Dengan peningkatan kewenangan, LPDB-KUMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi koperasi dan perekonomian nasional,” tambahnya.
Komitmen untuk Inovasi dan Kolaborasi
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam pengembangan koperasi. “Kami berkomitmen memperluas akses pembiayaan, baik syariah maupun konvensional, untuk sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan Kopontren. Dengan sinergi antara LPDB-KUMKM, koperasi, dan pemerintah, kami optimis dapat menciptakan ekosistem koperasi yang berdaya saing,” kata Supomo.
Supomo juga menekankan pentingnya meningkatkan layanan untuk mendukung koperasi yang inovatif dan modern. “Inovasi, kolaborasi, dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah adalah kunci untuk memaksimalkan peran koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional,” tutupnya.

Kesimpulan
Dengan pembiayaan syariah dan model bisnis inovatif, LPDB-KUMKM membuktikan perannya dalam memperkuat koperasi di Indonesia. Sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan Kopontren menjadi prioritas utama, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
sumber: ekbis.sindonews.com