Pasar Saham Menanti Kejelasan Kebijakan Ekonomi Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sesi pertama, Senin (24/3), dengan koreksi 2,30 persen atau turun 143,96 poin ke level 6.114,22. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian yang tengah melanda pasar modal Indonesia, dipengaruhi oleh faktor domestik maupun global.
Menurut pengamat pasar saham sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, potensi IHSG untuk rebound masih terbuka, dengan catatan investor mendapatkan sinyal positif dari kebijakan ekonomi serta stabilitas politik dalam negeri.
Faktor Penyebab Koreksi IHSG
Tekanan pada IHSG tidak hanya disebabkan oleh faktor musiman atau aksi ambil untung (profit taking) oleh investor. Beberapa faktor fundamental yang turut memengaruhi sentimen negatif di pasar, antara lain:
- Melemahnya daya beli masyarakat, yang terlihat dari penurunan konsumsi serta penerimaan pajak negara.
- Ketidakpastian ekonomi makro, termasuk meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.
- Kehati-hatian investor, yang memilih menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi pemerintah sebelum melakukan aksi beli.

Sumber: Antaranews.com
Sinyal Kebijakan yang Dapat Mendorong Rebound IHSG
Hendra menekankan bahwa pemulihan IHSG sangat bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan ekonomi yang akan datang. Beberapa agenda penting yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar saham dalam waktu dekat, di antaranya:
- Konferensi Pers BPI Danantara
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah menyampaikan pengumuman strategis terkait kebijakan investasi dan pengelolaan dana negara. Jika kebijakan yang diumumkan memberikan kepastian bagi pasar, hal ini dapat menjadi katalis positif bagi IHSG. - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Himbara
Dalam tiga hari ke depan, bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN, akan menggelar RUPST. Keputusan mengenai dividen, rencana bisnis, serta kebijakan ekspansi perbankan berpotensi memberikan sentimen bagi pelaku pasar.
Level Kritis IHSG: Mampukah Bertahan di 6.000?
Saat ini, IHSG berada dalam zona krusial. Jika indeks gagal bertahan di level psikologis 6.000, ada kemungkinan akan menguji level support di 5.800. Sebaliknya, jika kebijakan ekonomi yang diumumkan mampu memberikan optimisme bagi investor, IHSG bisa berpeluang untuk kembali menguat.
Pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu ke depan akan sangat dipengaruhi oleh reaksi investor terhadap keputusan strategis pemerintah dan sektor swasta. Oleh karena itu, para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan ekonomi guna mengambil keputusan investasi yang tepat.
Baca juga Artikel lainnya: Alihkan Saham Seri B Bumn Danantara