Logo

DeepSeek: AI China yang Mengguncang Dominasi AS di Industri Kecerdasan Buatan

Teknologi

17 Mar 2025

DeepSeek AI China

DeepSeek: Tantangan Baru bagi AI Amerika

Di tengah pembatasan teknologi oleh Amerika Serikat, China kembali membuat gebrakan dengan meluncurkan kecerdasan buatan (AI) mutakhir bernama DeepSeek. Model AI ini diklaim memiliki performa setara atau bahkan lebih unggul dibandingkan model buatan OpenAI, Google, dan Meta.

Pada 28 Januari 2025, DeepSeek menjadi aplikasi asisten AI gratis yang paling banyak diunduh di App Store, menggeser ChatGPT. Keberhasilan ini langsung berdampak pada pasar saham teknologi AS. Saham Nvidia anjlok 17 persen, sementara indeks semikonduktor turun 9,2 persen—penurunan terburuk sejak Maret 2020.

Performa DeepSeek yang Mengancam Pemain Besar

DeepSeek V-3 dan R1 mengungguli pesaingnya dalam berbagai tolok ukur. Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:

  • Kemampuan Matematika dan Pemrograman: DeepSeek lebih unggul dalam pemecahan masalah kompleks, kode pemrograman, dan deteksi bug dibandingkan ChatGPT dan Claude.
  • Efisiensi Biaya: Model ini dikembangkan dengan modal hanya $5,6 juta, jauh lebih kecil dibandingkan investasi miliaran dolar yang dikeluarkan OpenAI dan Google.
  • Open Source: Tidak seperti pesaingnya di AS, DeepSeek bersifat sumber terbuka, memungkinkan siapa pun untuk mengakses, memodifikasi, dan mengembangkannya lebih lanjut.
DeepSeek AI China

sumber: kompas.id

Dampak Global dan Reaksi Pemimpin Teknologi

CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa model terbaru DeepSeek sangat efisien dalam komputasi. Sementara itu, Marc Andreessen, investor dan penasihat Presiden Donald Trump, menyebut peluncuran DeepSeek sebagai “momen Sputnik di bidang AI”, mengacu pada perlombaan luar angkasa antara AS dan Uni Soviet.

Keberhasilan DeepSeek semakin mengejutkan karena dikembangkan di tengah pembatasan akses China terhadap chip semikonduktor canggih, seperti Nvidia H100. Alih-alih menyerah, DeepSeek memanfaatkan model lawas H800s dan menerapkan teknik distilasi model, yang lebih hemat biaya.

Kesimpulan

DeepSeek menjadi bukti bahwa China mampu menembus dominasi AI Amerika, bahkan dengan sumber daya terbatas. Dengan sifatnya yang open-source, AI ini berpotensi mempercepat inovasi di seluruh dunia. Para pemimpin teknologi AS kini harus mengakui bahwa persaingan AI semakin sengit, dan DeepSeek adalah pemain baru yang harus diperhitungkan.

Baca juga artikel lainnya 5 cara memanfaatkan ai untuk menghasilkan uang dari rumah

Bagikan:

Berita Lainnya

Indonesia Resmi Bergabung dengan New Development Bank (NDB), Apa Manfaatnya?

7 Teknologi Canggih dalam Sepak Bola yang Mengubah Permainan

PT Timah Gandeng BUMDes dan Koperasi: Dorong Ekonomi Desa Melalui Tata Kelola Tambang

Ingin Lebih Mendetail

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Kami siap membantu! Hubungi kami untuk pertanyaan, kemitraan, atau dukungan.

Konsultasi langsung