Bisnis plan diperlukan ketika Anda hendak membangun usaha atau bisnis tertentu, termasuk UMKM. Berikut contoh bisnis plan yang bisa diikuti!
Ketika Anda hendak membangun bisnis atau usaha tertentu, ada banyak hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal.
Salah satunya ialah bisnis plan. Dokumen ini menjadi fondasi utama agar usaha tidak berjalan tanpa arah.
Secara sederhana, bisnis plan adalah dokumen tertulis yang membahas perencanaan tujuan usaha, sistem operasional, strategi pemasaran, hingga cara bisnis mencapai target yang sudah ditetapkan.
Melalui bisnis plan, pemilik usaha dapat melihat gambaran besar bisnis secara lebih terstruktur.
Bisnis plan juga berperan penting agar perusahaan tetap fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Tanpa perencanaan yang jelas, usaha berisiko berjalan secara acak dan sulit berkembang.
Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami bentuk atau contoh bisnis plan yang baik.
Maka itu, artikel berikut akan membahas cara menyusun bisnis plan sekaligus memberikan contoh bisnis plan yang bisa dijadikan referensi.
Simak penjelasannya sampai akhir!
Cara Membuat Bisnis Plan
1. Riset Mendalam
Langkah awal dalam menyusun bisnis plan adalah melakukan riset pasar dan kompetitor.
Riset pasar bertujuan mengenali kebutuhan calon konsumen, kebiasaan belanja, serta tren yang sedang berkembang.
Sementara riset kompetitor membantu Anda memahami kekuatan dan kelemahan bisnis sejenis yang sudah lebih dulu hadir.
Data dari riset ini menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan usaha.
2. Buat Deskripsi Umum Bisnis
Deskripsi umum bisnis berisi gambaran dasar usaha yang akan dijalankan.
Bagian ini mencakup latar belakang pendirian usaha, visi dan misi, serta tujuan bisnis dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Penjelasan yang jelas akan membantu pembaca memahami arah dan nilai yang ingin dibangun oleh bisnis Anda.
3. Analisis SWOT
Analisis SWOT digunakan untuk memetakan kondisi internal dan eksternal bisnis.
SWOT terdiri dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
Melalui analisis SWOT, Anda dapat melihat posisi bisnis secara lebih objektif dan menyiapkan strategi yang sesuai.
4. Budgeting yang Jelas
Perencanaan keuangan menjadi bagian penting dalam bisnis plan. Budgeting mencakup estimasi modal awal, biaya operasional, hingga proyeksi pendapatan.
Perhitungan yang rapi membantu Anda memahami kebutuhan dana serta potensi keuntungan usaha.
5. Target yang Jelas
Bisnis plan perlu memuat target yang ingin dicapai dalam periode tertentu. Target dapat berupa penjualan, jumlah pelanggan, atau pencapaian lainnya yang relevan dengan jenis usaha, walaupun usaha baru.
Target yang jelas membantu proses evaluasi kinerja bisnis ke depannya.
6. Struktur Bisnis Plan
Secara umum, struktur bisnis plan terdiri dari beberapa bagian berikut:
- Ringkasan Eksekutif: Berisi gambaran singkat keseluruhan bisnis plan.
- Deskripsi Perusahaan: Menjelaskan profil usaha, latar belakang, visi, misi, dan tujuan.
- Analisis Pasar: Memuat hasil riset pasar dan kompetitor.
- Produk atau Layanan: Menjelaskan produk atau jasa yang ditawarkan beserta keunggulannya.
- Strategi Pemasaran: Menguraikan cara bisnis menjangkau dan menarik pelanggan.
- Rencana Operasional: Menjelaskan proses operasional bisnis sehari-hari.
- Rencana Keuangan: Berisi budgeting, proyeksi pendapatan, dan analisis biaya.
Contoh Bisnis Plan
Berikut contoh bisnis plan sederhana berdasarkan struktur di atas.
1. Ringkasan Eksekutif
Usaha Kopi Pagi adalah bisnis minuman kopi yang menyasar pekerja muda di area perkotaan.
2. Deskripsi Perusahaan
Kopi Pagi didirikan untuk menghadirkan kopi berkualitas dengan harga terjangkau. Visi usaha ini adalah menjadi pilihan utama kopi harian bagi pekerja.
3. Analisis Pasar
Target pasar adalah usia 20–35 tahun yang memiliki rutinitas kerja padat. Kompetitor utama berasal dari kedai kopi lokal.
4. Produk atau Layanan
Produk utama berupa kopi susu, kopi hitam, dan minuman non-kopi dengan bahan berkualitas.
5. Strategi Pemasaran
Pemasaran dilakukan melalui media sosial dan kerja sama dengan layanan pesan antar.
6. Rencana Operasional
Operasional dijalankan setiap hari dengan sistem pre-order dan penjualan langsung.
7. Rencana Keuangan
Modal awal Rp50 juta, dengan estimasi pendapatan bulanan Rp25 juta.
Contoh bisnis plan di atas dapat disesuaikan dengan jenis usaha yang ingin Anda jalankan.
Anda pun bisa membantu bisnis plan yang lebih dalam atau detail.
Semoga bermanfaat!
***Foto: freepik.com